Langsung ke konten utama

PENGUKURAN DISSOLVED OXYGEN (DO)


I.                   PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Tak bisa dipungkiri bahwa air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan. Menutupi 70% bagian dari permukaan bumi yang dibagi dalam dua kategori utama, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Dari kedua sistem perairan tersebut air laut mempunyai bagian yang paling besar yaitu lebih dari 97%, sisanya adalah air tawar yang sangat penting artinya bagi manusia untuk aktivitas hidupnya. Indonesi merupakan wilayah dengan luas laut 5,8 juta km(laut teritorial dan ZEEI) dan memiliki banyak ekosistem air tawar danau, sungai, rawa, dan waduk yang sangat diperlukan untuk . Ekosistem perairan sangat diperlukan bagi kehidupan organisme.  Peranan air bagi kehidupan semakin meningkat dengan majunya kebudayaan manusia.  Kalau air tersebut digunakan oleh organisme untuk keperluannya, misalnya ikan maka kualitas airnya harus sesuai dengan air yang dibutuhkan oleh ikan itu.

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dengan demikian kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Kualitas air dalam hal analisis kualitas air mencakup keadaan fisika, kimia, dan biologi yang dapat mempengaruhi ketersediaan air untuk kehidupan manusia, pertanian, industri, rekreasi, dan pemanfaatan air lainnya.Berbagai sumber air yang dipergunakan untuk keperluan hidup dan kehidupan dapat tercemar oleh berbagai sumber pencemaran. Limbah dari makhluk hidup, sepertimanusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan dapat menjadi penyumbang pencemaran terhadapair yang akan dipergunakan, baik untuk keperluan makhluk hidup maupun untuk keperluan kehidupan yang lain.Keberadaan Zat-zat beracun atau muatan bahan organik yang berlebih akan menimbulkan gangguan terhadap kualitas air. Keadaan ini akan menyebabkan oksigenterlarut dalam air berada pada kondisi yang kritis, atau merusak kadar kimia air.Rusaknya kadar kimia air tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi dari air.



1.2  Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1.        Agar mahasiswa dapat mengetahui kadar oksigen  yang ada didalam perairan
2.        Agar mahasiswa dapat mengetahui cara menentukan kadar oksigen terlarut dalam perairan serta metode pengukurannya.























II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian DO
Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen (Oxygen demand) merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air. Nilai DO yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini menunjukan jumlah oksigen (O2), yang tersedia dalam suatu badan air. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air. Oleh sebab pengukuran parameter ini sangat dianjurkan disamping paramter lain yang sering digunakan seperti BOD dan COD dalam suatu perairan (Hutabarat dan Evans, 2006: 67).

Salmin (2005) menyatakan Oksigen terlarut (DO) merupakan parameter yang penting dalam menentukan kualitas perairan. DO berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik, seperti diketahui bahwa DO dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan.  Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) merupakan kebutuhan dasar tanaman dan hewan dalam air. Oksigen terlarut dapat berasal dari proses fotosintetis tanaman air dan udara yang masuk ke dalam air dengan kecepatan terbatas serta dinyata-kan dalam satuan ppm (part per million). Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, DO juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Dalam kondisi aerobik, peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang dapat memberikan kesuburan perairan. Dalam kondisi anaerobik, oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas.

2.2 Metode Kerja DO
Sensor Oksigen terlarut (dissolved oxygen) atau dikenal juga sebagai sensor DO digunakan sebagai istilah atau ungkapan proses pengukuran jumlah konsentrasi oksigen yang terlarut di dalam satuan unit volume air. Keakuratan data mengenai jumlah konsentrasi oksigen yang terlarut di dalam air merupakan suatu hal yang sangat esensial dan penting dalam mengetahui perubahan yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktifitas manusia. Sedangkan sumber dari oksigen terlarut di dalam air ini adalah reaksi atmosfir serta aktifitas fotosintesis dari tanaman air (A. Manz, 2010).

DO atau kadar oksigen terlarut menyatakan kandungan oksigen di dalam air. Kemampuan air dalam melarutkan oksigen sangat tergantung pada suhu air, tekanan gas oksigen dan kemurnian air. Terapi pemberian oksigen melalui saluran pernafasan (dihirup melalui hidung) Bagian per sejuta. Merupakan satuan jumlah yang sangat kecil. 1ppm = 1 bagian / 1.000.000 jadi air yang mengandung oksigen 80ppm = 80 miligram oksigen dalam 1 liter air (Gulliver, 2010).

Merupakan metode yang sangat efektif untuk membuat air minum. Proses ini dapat mengurangi jumlah bahan-bahan organik, inorganik, bakteri dan partikel-partikel yang banyak megkontaminasi air. Proses reverse osmosis berdasarkan pada proses osmosis yang melibatkan perpindahan air secara selektif dari satu sisi ke sisi lain di membran. Tekanan diberikan untuk mendorong air melewati membran, sedangkan kontaminan tidak dapat melewati membran sehingga air yang lebih murni berkumpul pada satu sisi (Sidabutar,2009).

2.3 Faktor Yang Mempengaruhi DO
Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, karena adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau memijah. Jenis-jenis ikan tertentu yang dapat menggunakan oksigen dari udara bebas, memiliki daya tahan yang lebih terhadap perairan yang kekurangan oksigen terlarut (Nontji, 2002: 93).

Menurut Mills dalam Effendi (2003), Atmosfer bumi mengandung oksigen sekitar 210 ml/liter. Oksigen merupakan salah satu gas yang terlarut dalam perairan. Kadar oksigen yang terlarut dalam perairan alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer. Semakin besar suhu dan ketinggian (altitude) serta semakin kecil tekanan atmosfer, kadar oksigen terlarut semakin kecil.

2.4 Sumber DO di perairan
Oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen =DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup inilah beberapa manfaatnya, untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik, sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas, hasil fotosintesis organisme yang hidup (Mulyanto, 2009: 2).

Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, karena adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau memijah. Jenis-jenis ikan tertentu yang dapat menggunakan oksigen dari udara bebas, memiliki daya tahan yang lebih terhadap perairan yang kekurangan oksigen terlarut (Nontji, 2002: 93).

2.5 Peranan O2 Diperairan
Sebagaimana diketahui bahwa oksigen berperan sebagai pengoksidasi dan pereduksi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun. Disamping itu, oksigen juga sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan. Organisme tertentu, seperti mikroorganisme, sangat berperan dalam menguraikan senyawa kimia beracun rnenjadi senyawa lain yang Iebih sederhana dan tidak beracun. Karena peranannya yang penting ini, air buangan industri dan limbah sebelum dibuang ke lingkungan umum terlebih dahulu diperkaya kadar oksigennya. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa, air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut (James,2003).

2.6 Hubungan O2 dengan parameter
Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh organisme akuatik tergantung spesies, ukuran, jumlah pakan yang dimakan, aktivitas, suhu, dan lain-lain. Konsentrasi oksigen yang rendah dapat menimbulkan anorexia, stress, dan kematian pada ikan. Bila dalam suatu kolam kandungan oksigen terlarut sama dengan atau lebih besar dari 5 mg/l, maka proses reproduksi dan pertumbuhan ikan akan berjalan dengan baik. Pada perairan yang mengandung deterjen, suplai oksigen dari udara akan sangat lambat sehingga oksigen dalam air sangat sedikit. Oksigen terlarut adalah jumlah oksigen dalam miligram yang terdapat dalam satu liter air (ppt). Oksigen terlarut umumnya berasal dari difusi udara melalui permukaan air, aliran air masuk, air hujan, dan hasil dari proses fotosintesis plankton atau tumbuhan air (Hutabarat dan Evans, 2006: 67).

Rendahnya O2 dalam air menyebabkan ikan atau hewan air memompa sejumlah besar CO2 menuju ke alat respirasinya untuk mengambil O2 yangterkandung dalam air. O2 yang rendah dapat mencegah ikan untuk menggunakan alat pernapasan dibagian permukaan karena dapat merubah osmuregulasi yang telah tersusun (Basraeyi,2010).  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karagida āmlajanaka sāhityada avalōkana

II. Sāhitya vimarśe 2.1 Aṇḍarsṭyāṇḍiṅg DO karagida āmlajanakada (karagida āmlajanaka, saṅkṣipta ḍu) athavā āgāgge āmlajanaka (āksijan ḍimyāṇḍ) agatyavannu kareyalāguttade nīrina guṇamaṭṭa viślēṣaṇeyalli pramukha niyatāṅkagaḷannu ondu. Sāmān'yavāgi sāndrīkaraṇa aḷeyalāguttade idu DO maulyavannu jalarāśiya odagisida āmlajanakada pramāṇavannu (O 2), sūcisuttade. Nīrinalliruva DO maulyavu heccina pramāṇadalli nīrannu sūcisuttade. Idakke virud'dhavāgi, DO maulyavu kaḍimeyāgiddare, nīrannu kaluṣitagoḷiside endu nōḍabahudāgide. DO māpanavu kūḍa nīrina vyāptiyannu nōḍalu mīnu mattu sūkṣmajīvigaḷa jalacara jīvasāstrada avakāśa māḍabahudu guri. Idara jotege, jala mālin'yavannu svacchagoḷisuva sāmarthya kūḍa nīrinalli āmlajanakada pramāṇadinda nirdharisalpaḍuttade. Āddarinda, ī niyatāṅka māpana balavāgi jalarāśiya (: 67 Hutabarat mattu ivāns, 2006) sāmān'yavāgi bi ō ḍi mattu kāḍ baḷasalāguttade mattondu pyārāmīṭar jotege sūcisalāguttade. Salmin (2005) karagida rājyagaḷu āmlajanaka...

ការពិនិត្យឡើងវិញនៃអក្សរសិល្ប៍អុកស៊ីសែនរលាយ

ការសែត 2.1 ការយល់ដឹងអំពី DO អុកស៊ីសែនរំលាយ (អក្សរកាត់ DO) ឬជាញឹកញាប់ត្រូវបានគេហៅផងដែរថាតម្រូវការអុកស៊ីសែន (តម្រូវការអុកស៊ីសែន) គឺជាប៉ារ៉ាម៉ែត្រដ៏សំខាន់មួយក្នុងការវិភាគគុណភាពទឹក។ តម្លៃរបស់ DO ដែលជាធម្មតាត្រូវបានវាស់តាមទម្រង់នៃការផ្តោតអារម្មណ៍នេះបង្ហាញពីបរិមាណនៃអុកស៊ីសែន (O2) ដែលមាននៅក្នុងរាងកាយទឹក។ បរិមាណ DO នៅលើទឹកកាន់តែច្រើនបង្ហាញថាទឹកមានគុណភាពល្អ។ ផ្ទុយទៅវិញប្រសិនបើតម្លៃ DO មានកំរិតទាបវាអាចឃើញថាទឹកបានកខ្វក់។ រង្វាស់ DO ក៏មានគោលបំណងដើម្បីមើលពីវិសាលភាពដែលតួនៃទឹកអាចផ្ទុកនូវជីវទឹកដូចជាត្រីនិងអតិសុខុមប្រាណ។ លើសពីនេះទៀតសមត្ថភាពក្នុងការសំអាតជាតិពុលត្រូវបានកំណត់ដោយបរិមាណអុកស៊ីសែននៅក្នុងទឹក។ ដូច្នេះការវាស់វែងនៃប៉ារ៉ាម៉ែត្រនេះត្រូវបានផ្ដល់អនុសាសន៍យ៉ាងខ្លាំងនៅក្នុងការបន្ថែមទៅនឹងប៉ារ៉ាម៉ែត្រផ្សេងទៀតដែលត្រូវបានប្រើជាញឹកញាប់ជាក្រុមប្រឹក្សាភិបាលនិងជាពិសេសនៅក្នុងរាងកាយមួយនៃទឹក (អ្នកស្រី Hutabarat និងអ៊ីវ៉ានស៍, 2006: 67) ។ Salmin (2005) states អុកស៊ីហ្សែនរំលាយ (DO) គឺជាប៉ារ៉ាម៉ែត្រដ៏សំខាន់ក្នុងការកំណត់គុណភាពទឹក។ តើដើរតួនាទីក្នុងដំណើរការនៃការកាត់បន្ថយនៃការកត់សុីនិងសមា្ភារៈសរីរាង្គនិង inor...

文献レビュー(英語)DISSOLVED OXYGEN MEASUREMENT(DO)

II。文学レビュー 2.1 DOについて 溶存酸素(DOと略記する)または酸素需要(酸素需要)と呼ばれることもあり、水質分析の重要なパラメータの1つです。通常、この濃度の形で測定されるDOの値は、水の中で利用可能な酸素(O 2)の量を示す。水のDO値が大きいほど、水質が良いことを示します。逆に、DO値が低い場合、水が汚染されていることが分かる。測定はまた、水域が魚や微生物などの水生生物に適応できる程度を見ることを目指しています。さらに、水質汚染を清浄化する能力は、水中の酸素量によっても決まる。したがって、このパラメータの測定が強く、多くの場合、水のボディ(67 Hutabaratとエヴァンス、2006)でBODやCODとして使用されている別のパラメータに加えて、推奨されます。 Salmin(2005)は、溶存酸素(DO)は水の質を決定する上で重要なパラメータであると述べている。うまくDOは、その後の成長と繁殖のためのエネルギーを生成、呼吸、代謝プロセスまたは物質交換にすべての生体によって必要とされることが知られているように、酸化と有機材料と無機材料の削減の過程で役割を果たしてください。溶存酸素は水中の動植物の基本的な必要性です。溶存酸素は制限速度とPPMにおけるdinyata館(百万分の1)と水に植物の光合成プロセス水と空気から誘導することができます。溶存酸素(DO)は、呼吸、代謝プロセス、または成長および繁殖のためのエネルギーのために、すべての生物によって要求される。さらに、DOは好気性プロセスにおける有機および無機材料の酸化にも必要である。好気性条件下では、酸素の役割は、有機および無機材料を酸化して、最終的な結果が水生繁殖力をもたらすことができる栄養素であることである。嫌気的条件下では、得られる酸素は化学物質を栄養素およびガスの形態でより簡単にする。 2.2作業方法DO DOセンサとして知られても溶存酸素センサ(溶存酸素)または用語または水の単位体積中の溶存酸素濃度の量の測定の表現として使用されます。水中の溶存酸素濃度に関するデータの正確さは、自然現象や人間活動に起因する変化を知る上で不可欠であり、重要です。この水中の溶存酸素源は、大気中の反応だけでなく、水生植物の光合成活性である(A. Manz、2010)。 DOまたは溶存酸素含有量は、...