I.PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Ikan
merupakan hewan yang berdarah dingin yang hidup di air dan bernapas dengan
insang. Organisme akuatik dalam hal ini ikan, hidup pada lingkungan yang
selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Kondisi lingkungan yang berubah-ubah
akan mempengaruhi kehidupan organisme. Organisme akuatik harus merespon
perubahan lingkungan tersebut agar dapat bertahan hidup.
Organisme akuatik hidup pada suatu lingkungan yang selalu
berubah-ubah baik harian, musiman, maupun tahunan. Oleh karena itu organisme
akuatik harus melakukan respon terhadap perubahan lingkungan dengan cara
adaptasinya. Adapun respon yang terjadi pada organisme sehubungan dengan
perubahan lingkungan tersebut dapat berupa :
Respon
biokimia : Aktivitas enzim, biosintesis protein, lemak, kondisi membran sel,
dan komposisi ion cairan.Respon struktur
sel/organ/ tubuh: Jumlah sel khlor pada insang dan ketebalan lapisan mukosa
pada esofagus. Respon fisiologis : Konsumsi oksigen,
keseimbangan osmotik dan ion, aktivitas makanan dan pencernanaan, ekskresi dan
asimilasi, serta sekresi mucus. Respon
tingkah laku : Aktivitas renang dan pemijahan, kebiasaan makan dan cara
makan.
Air
limbah rumah tangga merupakan sumber yang banyak ditemukan dilingkungan. Salah
satu komponennya yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan berasal dari
deterjen karena manusia pasti menggunakan deterjen setiap harinya sebagai bahan
pembersih di rumah tangga (Halang 2004).
Deterjen
merupakan salah satu zat pembersih seperti halnya sabun dan air yang memiliki
sifat dapat menurunkan tegangan permukaan sehingga digunakan sebagai bahan
pembersih kotoran. Bahan utama detergen yaitu surfaktan. Seiring dengan laju
pertumbuhan penduduk, penggunaan deterjen sebagai pembersih peralatan industri
dan rumah tangga pun semakin meningkat. Ketika limbah hasil cucian yang
mengandung deterjen langsung dibuang ke badan air, maka muncul buih yang dapat
mengganggu mutu air, mengganggu ekosistem yang ada dalam badan air, serta
menimbulkan kerusakan air tanah. (Darmawanti 2002).
Variabel lingkungan fisik dan kimia yang penting untuk
dicermati dan besar pengaruhnya terhadap lingkungan organisme akuatik adalah
suhu, salinitas, kekeruhan, tekanan, cahaya, oksigen, pH, NH, CO, serta
beberapa macam logam berat (Hg, Pb, Cu, dan Cd).
Adanya
perubahan lingkungan serta kemampuan adaptasi dari organisme akuatik terhadap
lingkungannya, maka perlu dilakukan praktikum ini dimaksudkan untuk mendapatkan
informasi tentang kemampuan
adaptasi dari suatu organisme terhadap lingkungannya.
Komentar
Posting Komentar